50 Hektare Lahan Eks PT MJAP Yang Dikuasai PT. Agrinas Palma Nusantara di Ketab Terbakar, Petugas Baru Padamkan 5 Hektare
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sekitar 50 hektare lahan eks kebun sawit PT Mitra Jaya Agro Palma (MJAP) yang Kini dalam Penguasaan PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) dimana pengelolaannya dipercayakan kepada PT. Barito Palm Oil (BPO) di Desa Ketab, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Jumat, (25/9/2026).
Kebakaran terjadi di kawasan jalan kabupaten menuju Desa Muara Pelantau. Informasi mengenai munculnya api pertama kali diterima petugas dari masyarakat. Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) KPHP Barito Hilir kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala KPHP Barito Hilir Zainal Abidin mengatakan kondisi lahan eks PT MJAP tersebut cukup menyulitkan proses pemadaman. Selain berada di kawasan gambut, lokasi kebakaran juga dipenuhi semak belukar yang telah mengering sehingga mudah terbakar dan berpotensi mempercepat penjalaran api.
“Kondisi di lokasi dipenuhi semak belukar dan dalam keadaan kering total. Jenis tanahnya gambut sehingga penanganan harus dilakukan dengan hati-hati dan terus dipantau,” katanya.
Pemadaman berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB hingga 18.30 WIB. Brigdalkarhutla KPHP Barito Hilir dalam operasi tersebut mendapat dukungan personel Polsek Pematang Karau serta Pemadam Kebakaran BPBD Damkar Barito Timur.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare. Namun hingga operasi berakhir, petugas baru mampu menangani sekitar 5 hektare lantaran titik api tersebar di sejumlah lokasi.
“Titik api terbagi di beberapa lokasi sehingga cukup menyulitkan proses pemadaman. Tim belum berhasil memadamkan seluruh titik api dan untuk sementara melakukan penyekatan terhadap bahan bakar yang mudah terbakar agar api tidak semakin meluas,” ujar Zainal.
Untuk mendukung operasi, petugas mengerahkan dua kendaraan roda empat yang terdiri atas kendaraan patroli pengendalian karhutla dan kendaraan tangki berkapasitas 2.000 liter. Tim juga menggunakan tangki air berkapasitas 5.000 liter, dua mesin Waterax dan satu mesin Honda GX 160.
Peralatan pemadaman turut diperkuat dengan tiga nosel dan 15 selang. Petugas mendapatkan pasokan air dari tangki serta sungai yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari titik kebakaran.
Zainal menegaskan kebakaran belum sepenuhnya dapat dipadamkan ketika operasi dihentikan pada pukul 18.30 WIB. Penanganan lanjutan diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama karena kawasan tersebut didominasi gambut dan vegetasi kering.
“Kami terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas. Kondisi gambut dan bahan bakar yang kering menjadi perhatian utama, terlebih titik api berada di beberapa lokasi yang cukup berjauhan,” katanya.
Lahan eks PT MJAP yang terbakar tersebut berada dalam kawasan berstatus Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK) dan di kuasai PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang di Kelola oleh PT BPO, dan kini petugas akan terus memantau kondisi lokasi untuk memastikan titik api yang belum tertangani tidak kembali membesar dan meluas ke area lain.
Namun sangat disayangkan hingga berita ini diturunkan pihak managemen PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) serta pengelola lahan yakni PT BPO belum bisa dikonfirmasi, karena belum bisa terhubung. (A1)
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar