Mahasiswa Program Doktor Lingkungan UPR Gelar FGD Bahas Model Partisipasi Pengelolaan Sampah di Barito Timur
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang — Wahyudinoor, mahasiswa Program Doktor Lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR), menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan model partisipasi berbasis peran pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Barito Timur di Tamiang Layang, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Anggota DPRD, Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Akademisi, Tim Ahli DPRD, tokoh masyarakat, serta pemerhati lingkungan. FGD tersebut menjadi bagian dari penelitian disertasi yang tengah dilakukan Wahyudinoor yang juga Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur dalam upaya merumuskan model pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Wahyudinoor menegaskan bahwa permasalahan sampah di daerah memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan semua pihak, terutama pemerintah daerah sebagai regulator dan fasilitator utama.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan model partisipasi yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat serta didukung kebijakan yang tepat dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, model yang dikembangkan berfokus pada penguatan peran pemerintah daerah dalam aspek regulasi, penyediaan infrastruktur, serta edukasi publik, yang diintegrasikan dengan partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang hadir dalam FGD tersebut dipimpin Asisten II Setda Barito Timur Amrullah, Kadis DLH Michael, Kasatpol PP Ristanto Pratomo, Kadis PU Jumail Paladuk kmenyambut positif kegiatan ini. Menurut mereka, forum diskusi seperti ini sangat penting untuk menjaring masukan ilmiah dan praktis dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih komprehensif.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta, antara lain pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, penguatan regulasi daerah, serta perlunya program edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Selain itu, peserta juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk peran dunia usaha dan komunitas lokal dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Melalui FGD ini, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata kalangan akademisi dalam memberikan solusi berbasis penelitian terhadap permasalahan lingkungan di daerah.(A1)
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar