Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Prof Birute Mary Galdikas Berpulang, Dunia Kehilangan “Ibu Orangutan” dari Kalimantan

  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Headline62, Palangka Raya  — Dunia konservasi berduka. Ilmuwan ternama sekaligus pejuang pelestarian orangutan, Birute Mary Galdikas, meninggal dunia pada Selasa, (24/3/2026) di Los Angeles Amerika Serikat.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kolega, tetapi juga bagi Indonesia yang menjadi ladang pengabdiannya selama puluhan tahun.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Sosok yang dikenal sebagai “Ibu Orangutan” ini dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa dalam menjaga kelestarian satwa langka di hutan Kalimantan.

Jejak Panjang di Tanjung Puting

Lahir di Wiesbaden, Jerman, pada 10 Mei 1946, Birute dikenal sebagai ilmuwan berdedikasi tinggi yang sejak tahun 1971 mengabdikan hidupnya untuk meneliti dan melestarikan orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting.

Di kawasan inilah ia memulai penelitian panjang terhadap Orangutan Borneo yang saat itu terancam punah. Keputusan meninggalkan negara asal demi hutan Kalimantan menjadi bukti kecintaan dan komitmennya terhadap pelestarian alam.

Melalui organisasi yang didirikannya, Orangutan Foundation International, Birute aktif mengkampanyekan perlindungan orangutan dari ancaman perburuan liar dan deforestasi.

Dalam dunia ilmiah, Birute juga dikenal sebagai bagian dari trio peneliti primata legendaris bersama Jane Goodall dan Dian Fossey. Ketiganya dijuluki “Trimates”, murid dari paleoantropolog ternama Louis Leakey.

Nama “Leakey” bahkan diabadikan di salah satu lokasi penelitian orangutan terkenal, yakni Camp Leakey di Tanjung Puting—tempat yang hingga kini menjadi pusat penelitian dan wisata edukasi.

Ikatan Emosional dengan Orangutan

Lebih dari empat dekade hidup di tengah hutan Kalimantan membuat Birute memiliki ikatan emosional yang kuat dengan orangutan. Ia dikenal mampu berinteraksi dekat dengan satwa liar tersebut.

Bahkan, menurut sejumlah pemandu lokal, kehadiran Birute sering “mengundang” orangutan untuk mendekat, termasuk individu alfa yang biasanya agresif. Hal ini menjadi gambaran kuat hubungan unik antara manusia dan alam yang ia bangun selama hidupnya.

Mengakar di Tanah Dayak

Tak hanya berkarya di bidang ilmiah, Birute juga memiliki kedekatan dengan masyarakat lokal. Ia menikah dengan tokoh Dayak Tomun dan menetap di Desa Pasir Panjang, Pangkalan Bun.

Di wilayah tersebut, ia mendirikan pusat rehabilitasi orangutan untuk merawat anak-anak orangutan yang kehilangan induknya, sekaligus memperkuat upaya konservasi berbasis komunitas.

Deretan Penghargaan Dunia

Atas dedikasinya, Birute menerima berbagai penghargaan bergengsi dunia, di antaranya Tyler Prize for Environmental Achievement (1997), Global 500 Award dari PBB (1993), hingga Kalpataru dari Pemerintah Indonesia.

Pengabdiannya juga menjadikan Tanjung Puting sebagai salah satu destinasi penting bagi peneliti dan wisatawan dunia, sekaligus meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pelestarian hutan hujan tropis.

Warisan yang Abadi

Semasa hidupnya, Birute tidak hanya meneliti, tetapi juga aktif melakukan rehabilitasi hutan. Ia tercatat telah menanam ratusan ribu pohon untuk menjaga habitat orangutan tetap lestari.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi. Namun, dedikasi dan perjuangannya akan terus hidup melalui hutan yang ia jaga, orangutan yang ia selamatkan, serta generasi yang terinspirasi oleh jejak langkahnya.

Selamat jalan, Prof. Birute Mary Galdikas. Warisanmu akan terus hidup di rimba Kalimantan.(Net)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 Hektare Lahan Gambut Bambulung Terbakar, Baru 5 Hektare Berhasil Dipadamkan

    50 Hektare Lahan Gambut Bambulung Terbakar, Baru 5 Hektare Berhasil Dipadamkan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang –   Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan gambut di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kamis, (24/9/2026). Dari sekitar 50 hektare lahan yang terbakar, petugas baru berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 5 hektare. Brigdalkarhutla KPHP Barito Hilir bersama personel Polsek Pematang Karau berjibaku lebih dari tiga jam untuk mengendalikan […]

  • Kapolres Barito Timur Minta Warga Tingkatkan Keamanan Lingkungan

    Kapolres Barito Timur Minta Warga Tingkatkan Keamanan Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang –  Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso mengimbau seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat keamanan lingkungan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Imbauan tersebut disampaikan Kapolres sebagai bagian dari upaya menjaga situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Barito Timur, Dimana peran […]

  • Jaga Kebersihan Lingkungan, Kasatpol PP Barito Timur Usulkan Pengadaan CCTV di Titik Strategis

    Jaga Kebersihan Lingkungan, Kasatpol PP Barito Timur Usulkan Pengadaan CCTV di Titik Strategis

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  — Dalam upaya meningkatkan kebersihan lingkungan di Kabupaten Barito Timur dan menekan praktik pembuangan sampah sembarangan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) setempat, mengusulkan pengadaan kamera pengawas (CCTV) yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis. “Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah konkret untuk mendukung penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait kebersihan lingkungan, sekaligus […]

  • Polres Barito Timur Musnahkan Barbuk Sabu Senilai Rp1 Milyar Lebih

    Polres Barito Timur Musnahkan Barbuk Sabu Senilai Rp1 Milyar Lebih

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  –  Polres Barito Timur memusnahkan barang bukti seberat 540,93 gram sabu dan 30 butir pil ekstasi hasil pengungkapan dua kasus peredaran narkotika yang melibatkan lima tersangka senilai Rp. 1 Milyar lebih. Pengungkapan tersebut diperkirakan berpotensi menyelamatkan 11.318 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Pemusnahan barang bukti dilaksanakan di Mapolres Barito Timur, Kamis,(15/10/2026), dipimpin […]

  • Kabapenda dan Kadishub Barito Selatan Bantah Ada Pungli di Pelabuhan Jelapat

    Kabapenda dan Kadishub Barito Selatan Bantah Ada Pungli di Pelabuhan Jelapat

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Buntok  –  Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barito Selatan membantah tegas adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam aktivitas bongkar muat Crude Palm Oil (CPO) di Pelabuhan Jelapat. “Pada prinsipnya pungutan atas aktivitas bongkar muat Crude Palm Oil (CPO)  yang dilakukan di Pelabuhan Jelapat itu telah […]

  • Antisipasi Dampak Kabut Asap Pemkab Murung Raya Sediakan Layanan 19 Rumah Oksigen

    Antisipasi Dampak Kabut Asap Pemkab Murung Raya Sediakan Layanan 19 Rumah Oksigen

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Puruk Cahu  –  Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah  mengambil langkah proaktif dalam menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyediakan fasilitas rumah atau ruang oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan. “Saat ini total terdapat 19 titik rumah atau ruang oksigen yang disiagakan di berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan warga, khususnya bagi […]

expand_less