Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Pemerintah Tegaskan Pentingnya Persatuan Umat

  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Headline62, Jakarta   — Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang digelar Kamis (19/3/2026), setelah melalui proses panjang yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pemerintah, hingga pakar astronomi.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam keterangannya menegaskan bahwa sidang isbat bukan sekadar forum penetapan kalender, tetapi juga merupakan wujud kehadiran negara (ulil amri) dalam memfasilitasi kepentingan umat Islam, khususnya dalam penentuan waktu ibadah dan hari besar keagamaan yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Sidang isbat ini adalah sarana musyawarah dan persatuan umat. Negara hadir untuk memberikan ruang diskusi agar umat Islam memiliki kesepahaman dalam menentukan kapan mulai beribadah dan merayakan hari raya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sidang isbat kali ini dihadiri secara lengkap oleh berbagai elemen strategis. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa penentuan awal bulan Hijriah dilakukan secara komprehensif, menggabungkan pendekatan syar’i dan ilmiah.

Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar terbuka yang disiarkan melalui kanal media sosial Kementerian Agama. Dalam seminar tersebut, para narasumber memaparkan prinsip dan metode penentuan awal bulan kamariah, termasuk pendekatan hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung), yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel lintas perspektif.

Dalam penetapan awal Syawal 1447 Hijriah, Indonesia menggunakan kriteria imkanur rukyat (visibilitas hilal) yang juga diterapkan oleh negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura yang juga disebut MABIMS. Kriteria tersebut menetapkan bahwa hilal dapat terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun, berdasarkan data hisab pada Kamis (19/3/2026), posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria tersebut. Ketinggian hilal tercatat berada pada rentang 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik. Sementara sudut elongasi berada di kisaran 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

“Secara hisab, posisi hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal yang telah disepakati,” jelas Nasaruddin.

Hasil tersebut kemudian diperkuat oleh laporan rukyatul hilal dari 117 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan yang dibacakan dalam sidang, tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal, mulai dari wilayah paling timur di Papua hingga wilayah barat di Aceh.

“Tidak ada laporan yang menyatakan hilal terlihat. Ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan,” tegasnya.

Berdasarkan dua pendekatan tersebut, yakni hisab dan rukyat, serta hasil musyawarah bersama seluruh peserta sidang, pemerintah akhirnya menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Penetapan ini diharapkan dapat menjadi titik temu bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam merayakan Hari Raya Idulfitri secara serentak, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah.

“Kita semua berharap keputusan ini memungkinkan umat Islam Indonesia merayakan Idulfitri bersama-sama dalam suasana yang penuh kebersamaan,” pungkasnya. (net)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Kebersihan, Pedagang dan Warga Pasar Tamenggung Jayakarti  Jangan Buang Sampah Sembarangan

    Jaga Kebersihan, Pedagang dan Warga Pasar Tamenggung Jayakarti  Jangan Buang Sampah Sembarangan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  –    Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengimbau para pedagang dan masyarakat di kawasan Pasar Tamenggung Jayakarti Tamiang Layang agar tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan selokan atau saluran pembuangan air. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Bartim M.Yamin melalui Asisten I Setda Bartim Ari Panan P.Lelo  saat kegiatan kerja bakti bersama yang digelar di […]

  • Pemkab Barito Timur Bakal Gandeng Swasta Kelola Pelabuhan Telang Baru

    Pemkab Barito Timur Bakal Gandeng Swasta Kelola Pelabuhan Telang Baru

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur berencana menggandeng pihak swasta dalam pengelolaan Pelabuhan Telang Baru guna mengoptimalkan potensi ekonomi daerah serta meningkatkan pelayanan transportasi dan distribusi barang guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangan infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perdagangan hasil sumberdaya […]

  • Investasi Tembus Rp2,2 Triliun, Barito Utara Siapkan Perda Baru untuk Jaga Tren Positif

    Investasi Tembus Rp2,2 Triliun, Barito Utara Siapkan Perda Baru untuk Jaga Tren Positif

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Muara Teweh  — Luar bias pencapian investasi di Kabupaten Barito Utara sepanjang 2025 menunjukkan tren yang menggembirakan, setidaknya tercatat realisasi investasi menembus Rp2,24 triliun, menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap daerah tersebut. Dari angka tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp1,81 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp438,49 […]

  • Keberhasilan P4GN Bergantung pada Kolaborasi Daerah

    Keberhasilan P4GN Bergantung pada Kolaborasi Daerah

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Mada Roostanto, menegaskan bahwa keberhasilan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sangat bergantung pada kolaborasi dan peran aktif seluruh elemen daerah. “Upaya untuk melawan penyalahgunaan narkoba, tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja tetapi harus dilakukan secara bersama” tegas […]

  • Akhirnya, Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Akui Emosi Saat Konferensi Pers Kasus Febrie Adriansyah

    Akhirnya, Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Akui Emosi Saat Konferensi Pers Kasus Febrie Adriansyah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Jakarta –  Pengacara Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan seluruh organisasi profesi wartawan atas pernyataannya yang dinilai merendahkan martabat jurnalis saat konferensi pers terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Permintaan maaf tersebut disampaikan Hotman melalui video yang diunggah di akun Instagram […]

  • Dishub Barito Timur Siapkan Rest Area, Solusi Kurangi Kemacetan dan Tingkatkan PAD

    Dishub Barito Timur Siapkan Rest Area, Solusi Kurangi Kemacetan dan Tingkatkan PAD

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  –  Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perhubungan berencana memanfaatkan lahan kosong di belakang Kantor Dinas Perhubungan sebagai rest area bagi kendaraan angkutan lintas provinsi. Inovasi yang digagas untuk mengoptimalkan lahan seluas sekitar satu hektare ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan di kawasan Bundaran Gunung Perak, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus membuka peluang penambahan Pendapatan […]

expand_less