Bawaslu dan Pers Memiliki Tujuan yang Sama Menjaga Demokrasi
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan insan Pers memiliki peran strategis yang sama dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penyampaian informasi yang akurat, edukatif dan dapat dipercaya publik.
“Karena itu, sinergi kedua pihak perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu,” tegas Ketua PWI Barito Timur, Agustinus Bole Malo, saat menjadi narasumber pada kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan yang diselenggarakan Bawaslu Barito Timur, di Tamiang Layang, Senin, (22/6/2026).
Mengingat Bawaslu dan Pers memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kualitas demokrasi, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, menyampaikan informasi yang benar dan mengawasi jalannya proses demokrasi, katanya.
Ditambahklan dia, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan tugas pengawasan di lapangan, tetapi juga bagaimana hasil dan proses pengawasan tersebut dapat dipahami masyarakat. Oleh sebab itu, peran kehumasan menjadi sangat penting sebagai jembatan antara lembaga dan publik.
“Kehumasan bukan sekadar mempublikasikan kegiatan, tetapi membangun kepercayaan publik, menjaga reputasi lembaga, menyampaikan informasi yang benar, menangkal hoaks dan mendekatkan lembaga dengan masyarakat,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Agustinus menjelaskan, tantangan kehumasan saat ini semakin kompleks seiring derasnya arus informasi di media sosial. Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, lembaga publik dituntut mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat dan mudah dipahami masyarakat.
“Informasi yang tidak disampaikan dengan baik akan kalah oleh informasi yang salah tetapi viral,” tegasnya.
Kemudian secara terperinci, Agustinus dalam paparannya mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan media massa. Menurutnya, wartawan pada dasarnya mencari fakta, data, dampak, nilai berita dan narasumber yang kompeten. Karena itu, lembaga perlu terbuka terhadap konfirmasi, menyediakan data yang valid serta memberikan informasi secara tepat waktu.
Ia juga mendorong jajaran Bawaslu untuk menghadirkan pemberitaan yang lebih humanis. Menurutnya, masyarakat cenderung lebih tertarik pada informasi yang menampilkan manfaat, pengalaman dan dampak nyata suatu kegiatan dibanding sekadar laporan seremonial.
“Pemberitaan harus humanis dan berbasis fakta. Dokumentasi yang baik akan memperkuat publikasi,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta mendapatkan berbagai tips praktis mengenai teknik pengambilan foto yang baik untuk kebutuhan publikasi, mulai dari pengambilan gambar suasana kegiatan, interaksi peserta hingga foto yang memiliki nilai berita.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai produksi konten media sosial agar informasi pengawasan pemilu dapat dikemas lebih menarik dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Menutup pemaparannya, Agustinus menegaskan bahwa kerja pengawasan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diketahui dan dipahami masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu dan pers perlu terus dijaga untuk menghadirkan informasi yang kredibel sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam menjaga demokrasi.
“Kerja pengawasan akan lebih bermakna ketika diketahui dan dipahami masyarakat,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Agustinus didampingi anggota PWI Barito Timur, Anigoru. Selain itu, peserta juga menerima materi dari pemateri Ikatan Wartawan Online (IWO) Barito Timur, Muhammad Zakirin dan dihadiri dua orang komisioner Bawaslu, Koordinator Sekretariat, Bidang Humas dan sfat Bawaslu Barito Timur ini berlangsung denga naman dan lancar.(A1)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar