Selasa, 2 Jun 2026
light_mode

Gubernur Kalteng  Evaluasi Penerima Kartu Huma Betang, Ini Respons  dari Masyarakat

  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Headline62, Palangka Raya   —    Evaluasi Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memantik beragam respons dari masyarakat.

Di satu sisi, kebijakan pencabutan penerima dinilai sebagai langkah perbaikan, namun di sisi lain keluhan terkait ketepatan sasaran dan proses pendataan masih muncul.

Sejumlah warganet menyoroti masih adanya warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan.

Mereka mempertanyakan mekanisme pendataan yang dianggap belum sepenuhnya menjangkau kelompok rentan.

“Bapak gubernur yg terhormat masih banyak yg tidak mendapat kan kartu Huma Betang pak seperti janda, duda dn banyak LG orang2 yg di golong kn tidak mampu kenapa? Dan ada apa bapak,” tulis akun Rudyhartono, Kamis (9/4/2026).

Kritik juga datang terkait dugaan ketidaktepatan sasaran. Beberapa warga menilai proses pendataan masih menggunakan data lama, sehingga kondisi riil di lapangan tidak sepenuhnya tergambar.

“G mana ngak salah sasaran pendataannya pakai nya data lama semua yg dari pusat …ngak di data langsung dari RT ke RT,” ujar Supar Pardi.

Hal senada disampaikan Hans Adriyan yang menilai pembaruan data belum maksimal.

“Sudah beberapa kali pemutakhiran data RT/RW tapi masih saja pakai data lama yg mana sebagian orang sudah meninggal,” tulisnya.

Selain itu, ada pula keluhan dari aparat lingkungan yang mengaku tidak tau proses distribusi.

“Di tempat kami cuma beberapa orang saja itu pun TDK tepat sasaran.. A saya sebagai ketua RT pun TDK tau intah kapan kartu itu di bagikan,” ungkap Ariyandi.

Suara kritis tetap mendominasi, termasuk yang menyoroti perlunya verifikasi langsung di lapangan agar bantuan lebih tepat sasaran.

“Selama tidak ada tim verifikasi yang turun ke lapangan dan cek langsung tak akan tepat sasaran,” tulis Om Yakub R.

Bahkan, sebagian warganet menilai persoalan ini tidak lepas dari dinamika sosial dan persepsi di masyarakat.

“Semuanya permainan politik, ada hitam dan putih,” tulis Syamsuri Syamsuri.

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran sebelumnya menyampaikan bahwa evaluasi dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keadilan penyaluran bantuan. Sekitar 15 persen penerima bahkan telah dicabut karena dinilai tidak lagi memenuhi kriteria.

Ia menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan harus mengikuti aturan yang berlaku dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Pemerintah juga berjanji akan terus melakukan perbaikan, termasuk dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai kondisi masyarakat.(*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Rakor Pembangunan Kesetaraan Gender 2026, Revitalisasi PUG Jadi Fokus Pemerintah

    Gelar Rakor Pembangunan Kesetaraan Gender 2026, Revitalisasi PUG Jadi Fokus Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kesetaraan Gender Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pengarusutamaan gender (PUG) dalam seluruh proses pembangunan daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Kamis (22/1/2026) “Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 […]

  • Pemkab Bartim Salurkan 431 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Paju Epat

    Pemkab Bartim Salurkan 431 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Paju Epat

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Paju Epat. Sedikitnya ada 431 paket sembako diserahkan langsung oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin, didampingi BPBD Damkar, Camat Paju Epat, serta jajaran Forkopimcam. Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Rabu,(7/1/2026) Bantuan diberikan kepada kepala keluarga […]

  • Cegah Radikalisme Dan Perundungan, Gubernur Kalteng Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan HP di Sekolah

    Cegah Radikalisme Dan Perundungan, Gubernur Kalteng Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan HP di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya  — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi mengeluarkan kebijakan tegas mengenai penggunaan perangkat elektronik di lingkungan pendidikan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya risiko paparan konten negatif serta upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa SMA, SMK, dan SKH di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. ​Menanggapi kebijakan terbaru dari Kementerian Komunikasi […]

  • Terus Merugi Dewan Minta Perumdam Tirta Barito Dievaluasi

    Terus Merugi Dewan Minta Perumdam Tirta Barito Dievaluasi

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Buntok   —  Kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan meminta Pemerintah Kabupaten untuk mengevaluasi kembali pemberian subsidi anggaran sebesar Rp2,5 miliar kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Barito. ‎‎”Ya, kalua terus merugi, mestinya dievaluasi dulu baru dipertimbangkan untuk diberi suntikan dana tambahan,” tegas Anggota DPRD Barito Selatan dari PDI Perjuangan, H. […]

  • 20251231 213856 750x376

    Bupati Bartim Ajak Warga Masuki Tahun 2026 dengan Kepedulian

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • 0Komentar

      Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar doa bersama dalam rangka penutupan Tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang, Rabu (31/12/2025) malam. Doa bersama dihadiri langsung oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin, bersama unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu […]

  • Menkeu Purbaya 947552151

    Asik, Purbaya Perpanjang Gratis PPN bagi Pembeli Rumah Baru Hingga Desember 2027, Ini Syarat-syaratnya

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Jakarta – Pemerintah memastikan insentif pajak untuk sektor perumahan masih berlanjut hingga tahun 2027. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pembeli rumah tapak dan rumah susun kembali mendapatkan keringanan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 90/2025 yang telah berlaku sejak 1 Januari 2027. Insentif ini bertujuan menjaga laju pertumbuhan ekonomi melalui penguatan daya beli masyarakat di sektor […]

expand_less