Selasa, 2 Jun 2026
light_mode

Lebih Awal, Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 2026 pada 18 Februari 2026; Ini alasanya…

  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Headline62, Jakarta – Pakar ilmu falak Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (MTT PP) Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, akhirnya buka suara soal penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penjelasan ini disampaikan untuk merespons pernyataan seorang Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN yang menilai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) “tidak cermat merujuk kriteria Turki”.

Menurut Arwin, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan preseden negatif di ruang publik, mengingat disampaikan oleh figur dengan otoritas keilmuan.

Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi ilmiah agar tidak terjadi kesalahpahaman, khususnya terkait anggapan bahwa metode Muhammadiyah tidak akurat.

Arwin menjelaskan bahwa Muhammadiyah sejatinya telah menerbitkan penjelasan resmi melalui MTT PP Muhammadiyah pada 27 Muharam 1447 H atau 22 Juli 2025, yang diumumkan ke publik sehari setelahnya.

Dalam penjelasan itu, disebutkan bahwa awal Ramadan 1447 H yang semula tercantum pada 19 Februari 2026 dikoreksi menjadi 18 Februari 2026.

“Koreksi ini bukan keputusan mendadak, melainkan hasil kajian ilmiah mendalam dan diskusi intensif, termasuk bersama para ahli teknologi informasi dan pengembang perangkat lunak hisab,” ujar Arwin, Kamis (8/1).

Ia menegaskan, penyesuaian tersebut dilakukan demi menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta konsistensi prinsip dalam penentuan waktu ibadah.

Berbeda dengan Diyanet Turki

Arwin mengakui, proses internalnya berlangsung cukup dinamis dan masih menjadi bagian dari pengembangan ilmiah berkelanjutan di tubuh Muhammadiyah.

Muhammadiyah juga sepenuhnya menyadari bahwa keputusan ini berbeda dengan Diyanet Turki, yang menetapkan awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026.

Namun, Arwin menegaskan bahwa penetapan 18 Februari 2026 tetap mengacu pada parameter KHGT hasil Muktamar Turki 2016, yakni ketinggian hilal minimal 5 derajat, elongasi minimal 8 derajat, serta terpenuhinya syarat ijtimak.

Dalam kasus Ramadan 1447 H, memang belum ada wilayah di dunia yang memenuhi syarat ijtimak sebelum pukul 24.00 UTC.

Ada Parameter Lanjutan Berupa Ijtimak

Namun, parameter lanjutan berupa ijtimak sebelum fajar di Selandia Baru serta terpenuhinya kriteria 5–8 derajat di daratan Benua Amerika dinilai sudah terpenuhi.

Arwin mengungkapkan, beberapa wilayah di Semenanjung Alaska dan sekitarnya memenuhi kriteria tersebut, termasuk wilayah dengan koordinat 56° 48′ 49″ LU dan 158° 51′ 44″ BB, serta kawasan Chevak, Tununak, Hooper Bay, Togiak, Kipnuk, dan Port Heiden.

“Wilayah-wilayah tersebut secara administratif merupakan bagian dari Amerika Serikat dan secara geografis masih termasuk daratan Benua Amerika,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 H secara global jatuh pada 18 Februari 2026.

Perbedaan Analisis, Bukan Soal Ketidakcermatan

Menanggapi perbedaan dengan Diyanet Turki, Arwin menyebut perbedaan terletak pada penilaian terhadap kawasan Alaska. Diyanet Turki tidak memasukkan wilayah Kepulauan Aleutian dan Fox karena dinilai terpisah secara geografis serta memiliki kepadatan penduduk sangat rendah.

Sementara Muhammadiyah menilai bahwa wilayah yang memenuhi kriteria berada di daratan utama Amerika Utara, sehingga sah dijadikan dasar penetapan kalender Hijriah global.

“Ini bukan soal cermat atau tidak cermat, melainkan perbedaan analisis ilmiah dalam menerapkan kriteria yang sama,” ujarnya.

Arwin juga menanggapi kritik terkait pendekatan geosentrik dan toposentrik yang kerap memunculkan perbedaan hasil perhitungan.

Ia menekankan bahwa putusan Muktamar Turki 2016 bersifat umum dan tidak merinci aspek teknis seperti batas ufuk, awal hari, maupun metode perhitungan secara detail.

 

Bahkan, dalam buku Mu’tamar Tauhid at-Taqwim al-Hijry al-Muwahhad disebutkan bahwa hasil Muktamar Turki masih memerlukan uji coba, evaluasi, dan pengembangan lanjutan. (net)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebelas Bulan  Pimpin Barito Timur, Yamin–Adi Gelar Ucapan Terima Kasih kepada Masyarakat

    Sebelas Bulan  Pimpin Barito Timur, Yamin–Adi Gelar Ucapan Terima Kasih kepada Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Setelah kurang lebih sebelas bulan memimpin di Bumi Jari Janang Kalalawah, Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur, M Yamin dan Adi Mula Nakalelu, secara resmi menggelar acara bertajuk Ucapan Terima Kasih Yamin-Adi kepada Masyarakat Barito Timur, di kediaman Hengky A Garu, Desa Jaar, Kecamatan Dusun Timur,  Rabu,(21/1/2026). Ucapan Syukur dan terima […]

  • Prakiraan Cuaca Jumat, 20 Maret 2026 di Kalteng, Malam Takbiran Akan Diiringi Hujan   

    Prakiraan Cuaca Jumat, 20 Maret 2026 di Kalteng, Malam Takbiran Akan Diiringi Hujan  

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya   — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah akan diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat (20/3/2026). Momen itu bertepatan demgam malam takbiran menyambut hari raya Idulfitri 1447 H. Kondisi ini terjadi merata sejak siang hingga malam hari di sejumlah daerah. Di Kota Palangka Raya, cuaca pagi diprediksi cerah […]

  • Ketua DPRD Bartim Soroti Keterbatasan Anggaran dan Pentingnya Optimalisasi PAD

    Ketua DPRD Bartim Soroti Keterbatasan Anggaran dan Pentingnya Optimalisasi PAD

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  –  Ketua DPRD Kabupaten Barito Timur Nursulistio mengatakan jika saat ini kita dalam keterbatasan anggaran yang diberikan maka yang p[enting dipikirkan bagaimana mengoptimalisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Saya rasa tidak ad acara lain untuk memajukan daerah itui mutlak memerlukan anggaran yang besar oleh karenanya bagaimana kita membuat akselerasi cara optimalisasi peningkatan PAD,” […]

  • 1001257252

    Bupati M Yamin Langsung Turun Lapangan, Pastikan Warga Terdampak Banjir Tertangani

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur M. Yamin turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Dusun Tengah, Minggu (28/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan warga terdampak banjir tertangani dengan baik serta pelayanan tanggap darurat berjalan optimal.Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Asisten II Setda Barito Timur Amrullah, Kepala […]

  • Bupati Bartim  Serahkan Bantuan Hewan Kurban Presiden dan Daerah untuk Masyarakat

    Bupati Bartim  Serahkan Bantuan Hewan Kurban Presiden dan Daerah untuk Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia serta bantuan hewan kurban Pemerintah Provinisi dan Kabupaten  secara simbolis kepada masyarakat dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Masjid Besar Sabilal Mujahidin, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, oleh Bupati Barito Timur, […]

  • NasDem Kalteng Akan Laporkan Tempo ke PWI dan Polda Kalteng

    NasDem Kalteng Akan Laporkan Tempo ke PWI dan Polda Kalteng

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya  —   Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng) dijadwalkan melaporkan TEMPO ke Polda Kalteng dan juga PWI Kalteng (Ahli Pers PWI Kalteng), terkait dugaan fitnah. Hal itu disampaikan Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh (FDA), saat menggelar jumpa pers di NasDem Tower, Selasa (14/4/2026). Dihadiri jajaran DPD NasDem Kabupaten dan Kota, […]

expand_less