Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Tangani Karhutla Harus Semua Unsur Bergerak Bersama

  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Headline62, Tamiang Layang – Bupati  Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah  M. Yamin menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh hanya dibebankan kepada petugas pemadam, BPBD, TNI, Polri, maupun  pemerintah desa tetapi harus ditangani secara bersama-sama

“Masalah karhutla merupakan persoalan bersama yang menyangkut lingkungan, kesehatan, keselamatan, keamanan, hingga keberlangsungan kehidupan masyarakat dimasa-masa mendatang,” kata Bupati M. Yamin dalam sambutan pada Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Barito Timur Tahun 2026, di Tamiang Layang, Senin (24/8/2026).

Pada prinsifnya karhutla bukan hanya persoalan pemadaman api saja, tetapi harus dimaknai sebagai persoalan lingkungan, kesehatan masyarakat, keselamatan, perekonomian, keamanan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat,ucapnya. 

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengingatkan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Karena itu, seluruh daerah diminta memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, anggaran, mitigasi, serta deteksi dini.

Kondisi tersebut, lanjut Yamin, perlu disikapi serius karena dalam beberapa hari terakhir telah terjadi kebakaran di sejumlah wilayah Barito Timur.

Berdasarkan laporan harian Pusdatin Karhutla Kabupaten Barito Timur bersama Stasiun Meteorologi Sanggau untuk periode 22 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 23 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, terdeteksi sejumlah hotspot di wilayah Barito Timur.

Hotspot tersebut antara lain berada di Kecamatan Karusen Janang, Desa Ipu Mea dan Wuran; Kecamatan Paju Epat, Desa Kali Napu dan Telang; Kecamatan Banua Lima, Desa Bamban; serta Kecamatan Dusun Tengah, Desa Netampin.

Selain itu, laporan lapangan menunjukkan kebakaran telah terjadi di sejumlah lokasi. Di Desa Harara, Kecamatan Dusun Timur, pada 23 Agustus 2026, kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 10 hektare. Kondisi semak belukar yang kering dan tiupan angin membuat api cepat merambat dan saat laporan dibuat belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Di Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, kebakaran dilaporkan menghanguskan sekitar empat hektare lahan konservasi. Sementara di Desa Runggu Raya, Kecamatan Paku, kebakaran sekitar satu hektare berhasil ditangani melalui kerja sama kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. 

Kebakaran juga terjadi di Desa Simpang Bingkuang, Kecamatan Paku, dengan kondisi lahan yang memiliki semak belukar dan semi gambut sehingga berpotensi mempercepat rambatan api.

Yamin meminta seluruh camat, kepala desa, aparat TNI dan Polri, serta relawan agar setiap laporan mengenai asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran lahan segera ditindaklanjuti.

Ia menekankan laporan masyarakat tidak boleh berhenti hanya sebagai informasi di grup WhatsApp. Setiap laporan harus disertai pengecekan langsung di lapangan. 

“Hotspot tidak selalu berarti kebakaran, maka perlu dilakukan verifikasi lapangan. Namun setiap hotspot harus diperlakukan sebagai peringatan dini yang harus segera diperiksa,” ujarnya.

Bupati juga meminta seluruh unsur memastikan kesiapan personel, peralatan, sumber air, hingga jalur mobilisasi menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Menurutnya, kondisi kemarau menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas sehingga sumber air seperti sungai, embung, kolam, galian, dan sumber lainnya perlu dipetakan untuk mendukung proses pemadaman.

Perhatian juga diarahkan kepada dunia usaha, khususnya perusahaan perkebunan dan pertambangan yang memiliki sumber daya, peralatan, serta personel yang dapat membantu penanganan karhutla.

Bupati meminta perusahaan tidak hanya menjaga area konsesinya masing-masing, tetapi menjadi bagian dari sistem penanggulangan karhutla di Kabupaten Barito Timur. 

“Api tidak mengenal batas administrasi, tidak mengenal batas desa dan tidak mengenal batas konsesi. Karena itu, penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Ia berharap perusahaan dapat bergerak cepat membantu pemerintah dan masyarakat ketika terjadi kebakaran di sekitar wilayah operasional yang membutuhkan dukungan.

Rakor tersebut juga membahas dampak kekeringan dan potensi kabut asap terhadap masyarakat.

Orang nomor satu di Kabupaten Berjuluk Gumi Jari Janang Kalalawah itu meminta, perangkat daerah terkait memetakan wilayah yang mengalami kekurangan air, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun penanganan karhutla.

Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi dua persoalan sekaligus, yakni kekeringan yang mengganggu kebutuhan masyarakat dan kekeringan yang meningkatkan potensi kebakaran. 

Ia juga mengingatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lahan terbakar. Jika kebakaran meluas, asap dapat mengganggu kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Sebab itu, Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk.

Yamin juga menyampaikan pesan tegas agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Ia mengingatkan, kondisi lahan yang sangat kering ditambah angin cukup kuat dapat membuat api yang awalnya kecil dengan cepat menjadi tidak terkendali.

Ia menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan.

Camat, kepala desa, aparat TNI dan Polri, serta seluruh unsur masyarakat diminta memperkuat sosialisasi. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum, penegakan hukum harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Yamin meminta hasil rapat koordinasi tidak berhenti sebagai notulen, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret.

Ada 10 hal yang ditekankan, yakni pemetaan wilayah rawan karhutla di setiap kecamatan, pendataan personel dan relawan, pendataan peralatan pemadam di setiap wilayah, pemetaan sumber air, sistem pelaporan cepat dari desa hingga kabupaten.

Selanjutnya, patroli terpadu di wilayah rawan, kesiapan perusahaan mendukung penanganan karhutla, sosialisasi larangan pembakaran hingga tingkat desa, kesiapan sektor kesehatan menghadapi dampak asap, serta mekanisme komando dan koordinasi yang jelas ketika terjadi kebakaran besar.

Ia juga meminta seluruh camat menyampaikan laporan secara faktual mengenai wilayah rawan, kekurangan peralatan, kebutuhan personel, hingga kendala sumber air.

“Kalau ada kekurangan, sampaikan. Kalau membutuhkan bantuan, sampaikan. Karena dengan mengetahui kekurangan secara dini, pemerintah dapat mengambil langkah dengan cepat,” katanya.

Bupati mengajak seluruh unsur yang hadir menyatukan langkah dan meninggalkan ego sektoral.

“Satu komando, satu koordinasi, satu tujuan: melindungi masyarakat dan menjaga Barito Timur dari bencana karhutla,” tegasnya. 

Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menunggu sampai asap memenuhi permukiman. Pencegahan harus dilakukan sebelum api membesar, pemadaman dilakukan sebelum kebakaran meluas, dan penanganan dilakukan sebelum berubah menjadi bencana. (A1)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali, Pemkab Barito Timur Hibahkan Dua Aset Sekolah ke Pemprov Kalteng

    Kembali, Pemkab Barito Timur Hibahkan Dua Aset Sekolah ke Pemprov Kalteng

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Setelah sempat tertunda dan tertinggal akhirnya Pemerintah Kabupaten Barito Timur berencana kembali menghibahkan dua aset sekolah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan pendidikan menengah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Hal tersebut terungkap, saat digelar Rapat Kerja DPRD Kabupaten Barito Timur dengan agenda Pemindahtanganan Barang Milik Daerah (BMD)  […]

  • Warga Desa Dorong Gelar Pemilihan Penghulu dan Mantir

    Warga Desa Dorong Gelar Pemilihan Penghulu dan Mantir

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

      Headline62, Tamiang Layang  –   Warga Desa Dorong, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, menggelar pemilihan Penghulu dan Mantir Desa, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan adat dan desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa setempat, Jumat (6/2/2026) dan diikuti dengan antusias oleh perwakilan masyarakat.   Pemilihan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa, […]

  • Jelang Paskah, Pemkab Bartim Gelar Kerja Bakti Serentak di Tiga Lokasi Pemakaman

    Jelang Paskah, Pemkab Bartim Gelar Kerja Bakti Serentak di Tiga Lokasi Pemakaman

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang —  Pemerintah Kabupaten Barito Timur melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama di sejumlah lokasi pemakaman, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sekaligus persiapan menyambut peringatan Hari Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah). Kerja bakti dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, dengan menyasar tiga titik lokasi, yakni […]

  • DPRD Barito Timur Setujui Hibah Tanah dan Bangunan Eks Terminal Induk untuk BNNK

    DPRD Barito Timur Setujui Hibah Tanah dan Bangunan Eks Terminal Induk untuk BNNK

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  –   Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur secara resmi menyetujui  Pemindahtanganan Barang Milik Daerah (BMD)  dalam bentuk Hibah berupa Tanah dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Barito Timur Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang I Tahun 2026 yang dipimpin oleh […]

  • Perjuangkan Infrastruktur Desa Termasuk Air Besrih, Bupati Barito Timur Temui Wamendes

    Perjuangkan Infrastruktur Desa Termasuk Air Besrih, Bupati Barito Timur Temui Wamendes

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Jakarta –   Bupati Barito Timur, M Yamin, memperjuangkan sejumlah program prioritas pembangunan desa saat bertemu Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, di ruang kerja Wamendes, Rabu,(5/8/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya mempercepat pembangunan desa melalui dukungan pemerintah pusat. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, Yamin […]

  • PWI Bartim Ikuti Turnamen Futsal dan Silaturahmi PWI DAS Barito dan Gumas

    PWI Bartim Ikuti Turnamen Futsal dan Silaturahmi PWI DAS Barito dan Gumas

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Timur resmi memberangkatkan tim untuk mengikuti Turnamen Futsal dan Silaturahmi PWI DAS Barito dan Gunung Mas yang akan berlangsung di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Minggu, 12 Juli 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi wujud komitmen PWI Barito Timur dalam mempererat hubungan antarsesama insan pers sekaligus meningkatkan […]

expand_less