Minggu, 25 Okt 2026
light_mode

Tarian Wadian Dadas dan Bawo Pukau Penonton Puncak 100 Tahun Misi MSF di Kalimantan dan Indonesia

  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Headline62, Sendawar – Tarian tradisional Wadian Dadas dan Bawo berhasil memukau penonton dalam rangkaian acara puncak peringatan 100 tahun Misi MSF (Misionaris Keluarga Kudus) di Kalimantan dan Indonesia yang diselenggarakan di Taman Budaya Sendawar (TBS) Barong Tongkok Kutai Barat, Kalimantan Timur, Minggu (18/10/2026)

Tarian Wadian Dadas dan Bawo adalah persembahan khusus Sahabat MSF Paroki St Mikael Tamiang Layang dibawah pimpinan Eskop dan dibawakan oleh putra putri Dayak Maanyan dari Sanggar Layu Pintaruan ini berhasil menjadi salah satu daya tarik dalam perayaan bersejarah yang menandai satu abad perjalanan misi dan pelayanan Gereja Katolik di tengah masyarakat.

Dengan gerakan yang khas, iringan musik tradisional, serta busana yang mencerminkan kekayaan budaya lokal, para penari menampilkan warisan leluhur Dayak Maanyan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi para tamu undangan, tetapi juga menghadirkan pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Tarian Wadian Dadas dan Bawo memiliki keterkaitan erat dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Dayak Maanyan. Keduanya merepresentasikan kekayaan ekspresi budaya yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi leluhur, serta hubungan manusia dengan kehidupan sosial dan spiritualnya.

Penampilan kedua tarian tersebut menjadi semakin bermakna karena dihadirkan dalam perayaan satu abad Misi MSF, yang perjalanan pelayanannya di Kalimantan turut bersentuhan dengan kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat.

Perjumpaan Iman Katolik dan Budaya Dayak Maanyan

Perayaan 100 tahun Misi MSF menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang para misionaris dalam mewartakan iman Katolik sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat lokal.

Dalam perjalanan pewartaan Injil, kebudayaan setempat menjadi bagian penting dari proses perjumpaan antara iman dan kehidupan masyarakat. Tradisi, bahasa, seni, serta nilai-nilai luhur masyarakat Dayak Maanyan menjadi unsur yang perlu dihargai dan dipahami dalam membangun kehidupan menggereja yang berakar pada lingkungan budaya setempat.

Dalam konteks tersebut, tarian Wadian Dadas dan Bawo menghadirkan gambaran tentang kekayaan budaya yang dapat menjadi ruang refleksi mengenai hubungan antara iman, tradisi, dan identitas masyarakat.

Inkulturasi dalam Gereja Katolik bukan sekadar menghadirkan kesenian daerah dalam perayaan keagamaan, melainkan juga merupakan proses perjumpaan antara Injil dan kebudayaan. Melalui proses ini, nilai-nilai budaya yang selaras dengan iman dapat memperoleh tempat dalam kehidupan menggereja, dengan tetap menghormati makna dan konteks asli tradisi masyarakat.

Melestarikan Warisan Leluhur

Penampilan Wadian Dadas dan Bawo juga menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah arus modernisasi, kesenian tradisional membutuhkan perhatian agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.

Kehadiran tarian tradisional dalam perayaan besar seperti ini menunjukkan bahwa kebudayaan lokal memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Gereja Katolik di Kalimantan.

Bagi masyarakat Dayak Maanyan, seni tradisional bukan sekadar pertunjukan. Di dalamnya terdapat jejak sejarah, identitas, pengetahuan, dan nilai-nilai yang membentuk kehidupan bersama. Karena itu, pelestariannya perlu dilakukan dengan memahami makna, menjaga keaslian, serta melibatkan para pelaku adat dan generasi penerus.

Puncak peringatan 100 tahun Misi MSF di Kalimantan dan Indonesia pun menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan panjang pelayanan sekaligus memperkuat penghargaan terhadap keberagaman budaya Nusantara.

Tarian Wadian Dadas dan Bawo yang memukau penonton menjadi simbol perjumpaan antara sejarah, kebudayaan, dan kehidupan iman. Sebuah pengingat bahwa perjalanan Gereja di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari penghargaan terhadap budaya lokal yang hidup dan berkembang bersama masyarakatnya.(A1)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalin Kebersamaan, PT BCL Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Barito Timur

    Jalin Kebersamaan, PT BCL Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Barito Timur

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  — Dalam rangka mempererat hubungan dan menjalin kebersamaan, Perkebunan Besar Sawit (PBS) PT Bhadra Cemerlang Lestari (BCL) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan insan pers di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, pada bulan suci Ramadan 1447 H.   Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh sejumlah wartawan yang […]

  • Laporan Warga: Material Laterit Digunakan untuk Perawatan Jalan Tambang PT Palopo dan PT Hasnur Diduga “Illegal”

    Laporan Warga: Material Laterit Digunakan untuk Perawatan Jalan Tambang PT Palopo dan PT Hasnur Diduga “Illegal”

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Buntok – Warga Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, melaporkan adanya aktivitas penggalian material laterit yang diduga “illegal” di pinggir jalan kawasan Kilometer 9, Desa Talekoi, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan. Material tersebut diduga digunakan untuk kegiatan pemeliharaan (maintenance) jalan tambang yang digunakan oleh PT Palopo dan PT Hasnur. Berdasarkan temuan warga di […]

  • Pemkab Bartim Gelar Rapat Evaluasi Program MBG

    Pemkab Bartim Gelar Rapat Evaluasi Program MBG

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  –   Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bertempat di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Rabu (4/3/2026). Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Bartim, Misnohartaku, dan dihadiri unsur Forkopimda yang diwakili Pabung, Kasat Intel Polres, serta Kasi Datun Kejaksaan. Turut hadir para Asisten dan Staf Ahli, […]

  • Terungkap! Polisi Beberkan Motif Sementara Pembunuhan 5 Orang Sekeluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim

    Terungkap! Polisi Beberkan Motif Sementara Pembunuhan 5 Orang Sekeluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Muara Teweh —  Jajaran Kepolisian Resot Barito Utara mengungkap motif di balik pembunuhan sadis yang menewaskan 5 warga di kawasan perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Tragedi tersebut diduga dipicu sengketa lahan antara korban dan para pelaku. Kapolres Barito Utara AKBP Singgih Febyanto dalam konferensi pers di Muara Teweh, Selasa (21/4/2026) menjelaskan, hasil penyelidikan sementara […]

  • KUA-PPAS APBD Kalteng 2027 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp5,73 Triliun

    KUA-PPAS APBD Kalteng 2027 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp5,73 Triliun

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng), secara resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.  Dalam kesepakatan tersebut, proyeksi pendapatan daerah dipatok mencapai Rp5,386 triliun lebih, sedangkan postur belanja daerah menyentuh angka Rp5,736 triliun lebih. Kesepakatan strategis […]

  • Polda Kalteng

    Dukung Pengamanan Haul Guru Sekumpul, Polda Kalteng Kirim 350 Personel

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), mengirim 350 personel gabungan untuk membantu pengamanan acara pengajian rutin 5 Rajab 1447 Hijriah pada 28 Desember 2025 atau haul ke-21 Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). “Hari ini kita melakanakan apel kesiapan dalam rangka acara Haul ke-21 Guru […]

expand_less