Tim Gabungan Awasi Distribusi dan Harga BBM di SPBU Longkang dan Pengecer
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama aparat TNI dan Polri mengawasi distribusi serta harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Longkang dan sejumlah kios pengecer, Senin (11/5/2026).
Pengawasan dilakukan menyusul meningkatnya antrean masyarakat akibat keterlambatan pasokan BBM dari depo Banjarmasin.
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu mengatakan, tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus memantau harga jual di tingkat pengecer agar tidak memberatkan masyarakat. Menurutnya, keterlambatan distribusi terjadi karena adanya penyesuaian harga baru yang mulai berlaku sejak 30 April 2026.
“Pengiriman dari depo Banjarmasin saat ini memang belum normal karena ada kenaikan harga, sehingga pihak penyalur harus menyesuaikan dengan harga baru,” ujar Ari Panan usai meninjau SPBU Longkang.
Dari hasil peninjauan tersebut, ia menjelaskan bahwa SPBU Longkang menerima pasokan Pertamax sebanyak 8 ribu liter dalam sekali pengiriman dengan harga Rp12.600 per liter. Untuk menjaga pemerataan distribusi, pengisian kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp500 ribu, sedangkan roda dua Rp160 ribu.
Selain Pertamax, SPBU juga menerima pasokan Pertalite sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp10 ribu per liter. Pembelian untuk kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp400 ribu dan roda dua Rp100 ribu.
Sementara BBM jenis Dex tersedia sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp26.600 per liter. Adapun Bio Solar didistribusikan sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp6.800 per liter dan dibatasi maksimal Rp400 ribu per kendaraan.
Pemerintah daerah menilai pembatasan pembelian diperlukan agar stok BBM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di tengah pasokan yang belum sepenuhnya normal.
Dalam pengawasan di lapangan, tim gabungan juga memantau sistem antrean di SPBU agar tetap tertib dan aman. Pengelola SPBU membagi empat jalur antrean untuk mengurangi kepadatan kendaraan di area pengisian.
“Di SPBU dilakukan pembagian empat jalur antrean, yakni dua jalur untuk roda empat sesuai posisi tangki kiri dan kanan, serta dua jalur khusus roda dua agar antrean lebih tertib dan aman,” katanya.
Selain mengawasi distribusi di SPBU, tim gabungan turut memantau harga jual BBM di kios dan warung pengecer dari wilayah Longkang hingga Desa Kandris, Kecamatan Benua Lima.
Hasil pengecekan menunjukkan harga Pertamax di tingkat pengecer rata-rata dijual Rp15 ribu per liter, sedangkan Pertalite Rp13 ribu per liter.
Pemerintah daerah mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan selama pasokan BBM masih terbatas.
Ari Panan juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mematuhi aturan antrean saat membeli BBM. Ia meminta warga memanfaatkan Pertashop yang masih memiliki kuota sekitar 3 ribu liter untuk membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU.
“Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan tidak wajar dari situasi ini. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan agar distribusi BBM tetap berjalan baik dan masyarakat tetap terlayani,” tegasnya. (A1)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar