50 Hektare Lahan Gambut Bambulung Terbakar, Baru 5 Hektare Berhasil Dipadamkan
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan gambut di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kamis, (24/9/2026). Dari sekitar 50 hektare lahan yang terbakar, petugas baru berhasil melakukan pemadaman pada sekitar 5 hektare.
Brigdalkarhutla KPHP Barito Hilir bersama personel Polsek Pematang Karau berjibaku lebih dari tiga jam untuk mengendalikan kobaran api yang menyebar di sejumlah titik. Pemadaman dimulai sekitar pukul 14.20 WIB setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai kebakaran lahan tersebut.
“Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman. Lahan yang terbakar didominasi semak belukar dalam kondisi sangat kering dan berada di kawasan gambut,” kata Kepala KPHP Barito Hilir Zainal Abidin di Bambulung, Kamis (24/9/2026)
Menurut Zainal, kebakaran yang terjadi merupakan tipe kebakaran atas dengan titik api yang tersebar. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penanganan secara bertahap sekaligus mengantisipasi penjalaran api ke area yang masih memiliki vegetasi kering.
Selain kondisi bahan bakar yang mudah terbakar, jarak sumber air juga menjadi kendala. Titik api berjarak sekitar 7 kilometer dari sumber air sehingga petugas harus mengoptimalkan sarana yang tersedia untuk mendukung proses pemadaman.
“Jarak sumber air juga menjadi kendala karena cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kami mengandalkan tangki dan sungai untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Brigdalkarhutla KPHP Barito Hilir mengerahkan dua unit kendaraan roda empat yang digunakan untuk patroli pengendalian karhutla dan operasional Polisi Kehutanan.
Petugas juga membawa satu unit tangki berkapasitas 5.000 liter, satu mesin Waterax, satu nosel serta 10 selang untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan.
Namun hingga operasi berakhir sekitar pukul 17.30 WIB, api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Dari estimasi sekitar 50 hektare lahan yang terbakar, pemadaman baru mencakup sekitar 5 hektare.
“Kami belum berhasil memadamkan seluruh titik api. Untuk sementara tim melakukan penyekatan terhadap bahan bakar yang mudah terbakar agar api tidak semakin meluas sambil terus melakukan upaya pengendalian di lapangan,” ujar Zainal.
Lokasi kebakaran tercatat berada dalam kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK). Penanganan karhutla melibatkan unsur kehutanan dan kepolisian dengan dukungan sarana pemadaman yang tersedia.
Kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus dalam penanganan kebakaran karena api dapat bertahan melalui bara di bawah permukaan dan kembali muncul setelah kobaran di atas permukaan berhasil dikendalikan. Karena itu, pemantauan dan pengendalian lanjutan diperlukan untuk memastikan api tidak kembali meluas. (A1)
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar