Atasi Bahaya Kabut Asap, Umat Katolik Tamiang Layang Bagi-bagi Masker
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) didaerah itu, Umat Katolik di Tamiang Layang, membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang melintasi jalan A Yani depan Pasar Temanggung Djayakarti, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan atas prakarsai Dewan Paroki Gereja Katolik St Mikael Tamiang Layang, Jajaran Pengurus WKRI Cabang St Mikael Tamiang Layang, Pengurus dan Anggota Bapak – Bapak Katolik (Bapakat) St Mikael Tamiang Layang, tersebut dilakukan sebagai langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dan debu, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker menyasar warga dan pengguna jalan yang melintas di sejumlah kawasan Tamiang Layang. Selain membagikan masker, umat Katolik juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap, kami ingin membantu masyarakat melindungi diri, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah,” ujar Ketua Dewan Paroki St Mikael Tamiang Layang Aprengky Rusdi, Sabtu (20/9/2026).
Sementara itu Ketua WKRI Cabang St Mikael Tamiang Layang, Nina menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, terutama ketika berada di luar rumah. Masker juga sebaiknya diganti apabila sudah kotor, basah, atau sulit digunakan untuk bernapas.
Selain itu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Jika harus keluar rumah, sebaiknya memperpendek waktu berada di luar dan menghindari lokasi dengan konsentrasi asap tinggi.
Warga juga dianjurkan memperbanyak minum air putih, menjaga kebersihan tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela rumah apabila asap masuk terlalu banyak.
Untuk kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau lebih membatasi aktivitas di luar ruangan dan segera mencari tempat dengan udara yang lebih bersih apabila kondisi memburuk.
Masyarakat juga diminta memperhatikan gejala seperti batuk terus-menerus, sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, mata sangat perih, pusing, atau kondisi tubuh yang semakin lemah. Jika mengalami keluhan yang berat atau tidak membaik, warga dianjurkan segera mendapatkan pertolongan di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Yang paling penting masyarakat jangan memaksakan diri beraktivitas di luar ketika asap sedang tebal. Gunakan masker, cukup minum dan segera periksa jika mengalami gangguan pernapasan,” tambahnya.
Kegiatan pembagian masker tersebut sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan solidaritas umat Katolik Tamiang Layang terhadap sesama, tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
Umat Katolik berharap kepedulian tersebut dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung.(A1)
- Penulis: Redaksi



Saat ini belum ada komentar