Akibat Kemarau Panjang, Lahan HGU PT ISA di Barito Timur Terbakar
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Kebakaran lahan terjadi di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) milik Perusahaan Besar Swasta (PBS) PT Indopenta Sejahtera Abadi (ISA) yang berada di Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, sejak hari Kamis( 6/8/2026).
Peristiwa ini diduga terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Asisten Kepala Humas dan Legal PT ISA, Edwin Tiopan Napitu, Ketika dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026) membenarkan adanya kebakaran di area HGU Perusahaan, namun, ia menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan secara pasti luas lahan yang terbakar.
“Benar ada kebakaran di kawasan HGU PT ISA di Kecamatan Paju Epat. Untuk luasan yang terbakar belum bisa dipastikan, yang jelas masih dalam area HGU kami,” ujar Edwin.
Ia menambahkan, saat ini pihak perusahaan bersama warga sekitar masih melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
“Tim kami di lapangan bersama masyarakat setempat sedang berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran juga masih belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran. Kondisi lahan yang kering akibat kemarau diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan penanganan titik-titik api yang masih aktif. Upaya pemadaman juga dilakukan secara manual mengingat kondisi medan dan keterbatasan akses di lokasi.
Pihak terkait mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau, mengingat kondisi vegetasi yang mudah terbakar dapat mempercepat meluasnya api.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemadaman masih terus berlangsung di kawasan HGU PT ISA di Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur. (A1)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar