Dihadapan Gubernur Jatim, Agustiar Sabran Beberkan Potensi 3 Zona yang ada di Kalimantan Tengah
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- print Cetak

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melihat pelaku UMKM
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya — Dihadapan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran membeberkan Potensi 3 Zona di daerah itu yang memiliki banyak potensi perdagangan yang bisa terus dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Potensi tersebut dikembangkan melalui pembagian tiga zona utama, yakni barat, tengah, dan timur, yang masing-masing memiliki keunggulan sektor,” kata Gubrernur H Agustiar Sabran di Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).
Di zona barat, potensi unggulan meliputi kelapa sawit, pertambangan, pariwisata, serta perikanan modern, termasuk pengembangan shrimp estate udang vaname.
Saat ini, Pemprov Kalteng telah mengembangkan kawasan budidaya udang seluas 40,17 hektare di Desa Sungai Raja dengan kapasitas produksi sekitar 335 ton per siklus panen.
“Program tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi sektor perikanan sekaligus mendorong peningkatan ekspor dan ketahanan pangan daerah,”katanya
Sementara itu, zona tengah difokuskan pada pengembangan food estate, pertanian, perkebunan, hingga industri kreatif dan pengolahan hasil hutan.
Adapun zona timur memiliki potensi besar di sektor pertambangan, kehutanan, serta pengembangan hortikultura dan perikanan air tawar.
“Kami arahkan pengembangan ini secara terencana agar memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga mengembangkan demplot terpadu di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai model ekonomi berbasis kawasan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Misi dagang antara Provinsi Kalimantan Tengah dan Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi sementara sebesar Rp2,05 triliun hingga pukul 14.30 WIB, Kamis (23/4/2026).
Angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga penutupan resmi kegiatan pada sore hari.
“Misi dagang ini kami pandang sebagai pintu gerbang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai pasok,”tutupnya.(*/red)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar