Gubernur Minta Pembangunan Sumur Bor di Kawasan Kampus UPR Dikebut
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (1/9/2026).
Saat berada dilokasi Gubernur H Agustiar meminta agar pembuatan sumur bor darurat segera dilakukan di sejumlah titik sekaligus menginstruksikan Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng A. Toyib dan Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining untuk mempercepat penanganan tanpa menunggu api kembali membesar.
“Buat sumur bor, kalau perlu ekskavator untuk buat jalan tembus ke sini kalau aksesnya sulit. Sumur bor langsung saja buat beberapa titik, jangan nunggu terbakar dulu baru dipasang. Dibuat segera,” tegas Agustiar.
Peninjauan dilakukan setelah dirinya menerima audiensi massa Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan (AMKM) di Kantor Gubernur Kalteng.
Agustiar didampingi sejumlah pejabat meninjau titik api yang berada di kawasan hutan UPR, tepatnya di belakang Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG).
Untuk mencapai lokasi, rombongan harus menempuh sekitar satu kilometer melalui area yang sebagian besar telah mengering.
Kondisi gambut di lokasi cukup tebal dan dalam. Setiap pijakan dapat membuat kaki maupun sepatu terperosok ke dalam gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit dan membutuhkan tenaga ekstra dari para relawan.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining mengatakan, pihaknya selama ini juga telah mengirimkan sejumlah tangki untuk membantu penanganan karhutla di kawasan tersebut. Namun, kondisi sumur bor yang tersedia tidak seluruhnya berfungsi optimal.
“Kami diminta membantu juga pembuatan sumur bor di sini. Insyaallah besok langsung kami eksekusi,” katanya.
Menurut informasi yang diterimanya di lapangan, area yang terbakar telah mencapai lebih dari lima hektare. Luasan tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat bagian lain di belakang lapangan sepak bola yang juga cukup luas dan terdampak penjalaran api.
Untuk memperkuat penanganan, Agustan menyebut sedikitnya lima hingga 10 sumur bor tambahan akan dibuat di kawasan tersebut sebagai sumber air cadangan. Personel Dinas Kehutanan juga disiapkan untuk membantu proses pemadaman.(A1/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar