Masih Berseragam, Anak Kelas VI SD NU Palangka Raya Berjibaku Padamkan Api di Tengah Kepungan Asap
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya – Ditengah kepungan asap pekat dan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang menerjang Kota Palangka Raya, aksi seorang bocah sekolah dasar mendadak mencuri perhatian warga serta petugas gabungan di lapangan.
Dengan seragam sekolah yang masih melekat di tubuhnya, Jali, siswa kelas VI SD NU Kota Palangka Raya, nekat turun langsung ke lokasi kebakaran untuk membantu memadamkan api di kawasan Langkai Permai I, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut.
Pemandangan tersebut menjadi momen langka sekaligus mengharukan. Selepas jam sekolah, saat anak-anak seusianya memilih untuk beristirahat atau bermain, Jali justru berada di garis depan area terdampak karhutla.
Berbekal alat sederhana berupa garu tanah, ia bahu-membahu menyisir semak belukar agar kobaran api tidak makin meluas menuju permukiman warga.
Wajahnya yang belepotan jelaga dan lelah tak melunturkan keberaniannya. Jali mengaku aksinya tersebut berawal dari rasa prihatin melihat lingkungan tempat tinggalnya terus digerogoti api dan diselimuti kabut asap.
”Kalau apinya makin besar, lingkungan kami bisa rusak. Kami juga tidak mau asapnya semakin banyak,” ujar Jali saat ditemui di lokasi kejadian, belum lama ini.
Di tengah cuaca terik dan medan yang cukup berbahaya, aksi spontan Jali menuai apresiasi mendalam dari warga sekitar hingga aparatur pemerintah setempat.
Lurah Langkai, Muhamad Abidin, menilai kepedulian yang ditunjukkan siswa SD tersebut merupakan gambaran nyata bahwa kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini tanpa mengenal batas usia.
”Jali, Sosok Polos seorang Anak menunjukkan bahwa rasa peduli terhadap lingkungan tidak mengenal batas usia. Semangat dan keberaniannya patut diapresiasi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” kata Muhamad Abidin.
Meski demikian, Abidin tetap mengimbau agar faktor keselamatan warga, khususnya anak-anak, tetap menjadi prioritas utama di area rawan karhutla. Ia menambahkan, aksi heroik Jali menjadi simbol kuat bahwa nilai gotong royong dan tanggung jawab menjaga alam masih hidup di tengah masyarakat. (DN/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar