Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Menanti Sikap dan Kebijakan Pemerintah Pasca Karhutla di Kalteng

  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Anigoru 

KEBAKARAN HUTAN dan LAHAN (karhutla) kembali menjadi persoalan serius di Kalimantan Tengah. Asap pekat, kualitas udara yang menurun, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga ancaman terhadap kesehatan menjadi konsekuensi yang harus ditanggung bersama ketika kebakaran meluas.

Di tengah situasi tersebut, perhatian publik biasanya tertuju pada upaya pemadaman. Petugas berjibaku di lapangan, masyarakat berusaha melindungi diri dari paparan asap, sementara pemerintah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan api.

Namun, pertanyaan penting yang perlu kita ajukan adalah: apa yang dilakukan pemerintah setelah api berhasil dipadamkan?

Karhutla tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan kebakaran yang selesai ketika titik api menghilang. Persoalan yang lebih besar justru berada pada dampak setelahnya serta bagaimana pemerintah mengambil pelajaran untuk mencegah kejadian serupa kembali berulang.

Jangan Berhenti pada Pemadaman

Penanganan karhutla memang membutuhkan respons cepat. Pemadaman dan penyelamatan masyarakat merupakan prioritas utama. Tetapi kebijakan pemerintah tidak boleh berhenti sampai pada tahap tanggap darurat.

Pasca karhutla, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh. Apa penyebab kebakaran? Di mana lokasi yang paling rawan? Bagaimana kondisi lahan pascakebakaran? Apakah terdapat kelemahan dalam sistem pencegahan dan pengawasan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab secara terbuka dan berdasarkan data.

Masyarakat juga berhak mengetahui sejauh mana pemerintah melakukan penelusuran terhadap penyebab kebakaran, termasuk apabila ditemukan dugaan kelalaian atau pelanggaran. Jangan sampai setiap tahun kita menghadapi persoalan yang sama, tetapi solusi yang dilakukan hanya bersifat sementara.

Masyarakat Jangan Terus Menjadi Korban

Dampak karhutla bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Asap dapat menyebar ke berbagai wilayah dan mengganggu kehidupan masyarakat dalam skala yang lebih luas.

Anak-anak harus mengurangi aktivitas di luar rumah. Sekolah dan kegiatan masyarakat dapat terganggu. Kelompok rentan menghadapi risiko kesehatan yang lebih besar. Para pengguna jalan juga harus menghadapi jarak pandang yang menurun ketika kabut asap semakin tebal.

Karena itu, pasca karhutla pemerintah perlu memastikan adanya langkah pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Pelayanan kesehatan harus diperkuat. Ketersediaan masker dan fasilitas penanganan gangguan akibat asap harus diperhatikan. Informasi mengenai kualitas udara juga perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat.

Jangan sampai masyarakat dibiarkan menghadapi dampak karhutla sendirian setelah perhatian publik mulai beralih kepada persoalan lain.

Perlu Kebijakan Pencegahan yang Lebih Tegas

Kalimantan Tengah bukan pertama kali menghadapi karhutla. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya seharusnya menjadi modal penting untuk membangun sistem pencegahan yang lebih baik.

Pemerintah perlu memperkuat pemetaan wilayah rawan kebakaran, pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, serta koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, perusahaan, masyarakat dan berbagai pihak lainnya.

Penegakan hukum juga harus dilakukan secara adil dan transparan apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Tidak boleh ada kesan bahwa penanganan karhutla hanya ramai ketika api membesar. Pencegahan justru harus dilakukan jauh sebelum musim kemarau mencapai kondisi kritis.

Perusahaan dan Masyarakat Harus Dilibatkan

Upaya pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha, khususnya perusahaan yang memiliki konsesi lahan, juga mempunyai tanggung jawab besar dalam menjaga wilayah yang menjadi kewenangannya.

Pengawasan terhadap lahan, kesiapan peralatan pemadam, keberadaan personel, hingga sistem deteksi dini harus benar-benar berjalan.

Di sisi lain, masyarakat juga harus menjadi bagian dari solusi. Edukasi mengenai larangan dan bahaya pembakaran lahan perlu terus dilakukan. Masyarakat di wilayah rawan kebakaran harus diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam sistem pencegahan dan pelaporan dini.

Dengan demikian, pemerintah tidak bekerja sendirian, tetapi membangun sebuah sistem perlindungan bersama.

Jangan Tunggu Karhutla Berikutnya

Yang paling dikhawatirkan adalah ketika api telah padam, asap menghilang, dan aktivitas masyarakat kembali normal, maka persoalan karhutla dianggap selesai.

Padahal, justru saat itulah pekerjaan penting harus dimulai.

Pemerintah perlu mengevaluasi seluruh proses penanganan, mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki kebijakan, dan memastikan anggaran pencegahan digunakan secara efektif.

Kita tentu berharap karhutla tidak kembali terjadi dengan skala yang lebih besar. Tetapi harapan saja tidak cukup. Diperlukan kebijakan konkret, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten dan keberanian mengambil tindakan.

Kalimantan Tengah memiliki pengalaman panjang menghadapi karhutla. Karena itu, sudah saatnya pengalaman tersebut melahirkan kebijakan yang lebih kuat, bukan sekadar menjadi catatan tahunan.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menunggu pemerintah memadamkan api. Masyarakat menanti sikap dan kebijakan pemerintah yang mampu mencegah api kembali muncul.

Pasca karhutla harus menjadi momentum untuk berbenah.

Sebab keberhasilan pemerintah bukan hanya ketika mampu memadamkan api, tetapi ketika mampu memastikan api tidak kembali membakar hutan, lahan dan masa depan masyarakat Kalimantan Tengah.

*Penulis Adalah Wartawan Madya – Pemerhati Sosial 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Gubernur

    Gubernur Agustiar Ajak Insan Pers Kalteng Perkuat Komunikasi dan Kebersamaan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali menggelar pertemuan rutin bersama wartawan yang dirangkaikan dengan makan malam bersama di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin malam (22/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan insan pers dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, […]

  • Kunjungi Bartim  Kasrem 102/Panju Panjung, Bahas Sejumlah Isu Strategis

    Kunjungi Bartim  Kasrem 102/Panju Panjung, Bahas Sejumlah Isu Strategis

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang  —  Kepala Staf Korem (Kasrem) 102/Panju Panjung Kolonel Inf Jajang Kurniawan untuk kali pertama mengunjungi Kabupaten Barito Timur dan disambut langsung oleh Bupati Barito Timur M. Yamin bersama jajaran Forkopimda dan instansi vertikal uasana santai namun penuh makna terasa di Rumah Jabatan Bupati Barito Timur, Rabu (15/4/2026) pagi. Dalam kunjungan ini, sejumlah […]

  • Kembali Alfa Mart Dirampok, Pelaku Bersenjata Celurit Gasak Uang dan Barang

    Kembali Alfa Mart Dirampok, Pelaku Bersenjata Celurit Gasak Uang dan Barang

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Palangka Raya   — Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) kembali terjadi di sebuah gerai Alfamart di Jalan Junjung Buih Induk, Kelurahan Langkai, Sabtu (21/3/2026) malam. Pelaku yang diduga telah merencanakan aksinya nekat mengancam karyawan menggunakan senjata tajam jenis celurit saat toko hendak tutup. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.54 WIB. Saat itu, kondisi toko mulai […]

  • Bup M Yamin01

    Bupati M Yamin Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menetapkan langkah tanggap darurat banjir menyusul meningkatnya intensitas hujan yang memicu genangan di sejumlah wilayah, termasuk daerah perbatasan kabupaten. Penanganan dilakukan secara terkoordinasi lintas sektor dengan menekankan kecepatan respons, akurasi data, dan keselamatan warga.Penetapan itu tertuang dalam Instruksi Bupati Barito Timur Nomor 130/187/PEM/XII/2025 tentang Tanggap Darurat Banjir, […]

  • Hadapi Super League Bank Kalteng Resmi Sponsori Adhyaksa Kalteng FC

    Hadapi Super League Bank Kalteng Resmi Sponsori Adhyaksa Kalteng FC

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

      Headline62, Palangka Raya –   Bank Kalteng dan Adhyaksa Kalteng FC resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sponsorship dalam rangka mendukung kiprah Adhyaksa Kalteng FC pada kompetisi Super League Musim 2026/2027. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, dan Presiden Club Adhyaksa Kalteng FC, Eko Setyawan, di Gedung Kantor Pusat Bank Kalteng. Kerja sama ini […]

  • Presiden Prabowo Klaim Indonesia Swasembada 8 Komoditas dan Harga Pupuk Turun 20 Persen

    Presiden Prabowo Klaim Indonesia Swasembada 8 Komoditas dan Harga Pupuk Turun 20 Persen

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    Headline62, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah berhasil mempercepat swasembada pangan hingga Indonesia kini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas, serta harga pupuk di Indonesia disebut turun hingga 20 persen ke tangan petani. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks […]

expand_less