Tidak Boleh Ada Ruang bagi Narkoba di Bumi Tambun Bungai
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah, Pemberian Penghargaan P4GN, dan Kuliah Umum yang digelar di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Mada Roostanto, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah, kepala perangkat daerah, serta perwakilan Gerakan Desa Anti Narkoba, organisasi kemasyarakatan, pelajar dan mahasiswa.
Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Ananda Bersinar yang dinilainya menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran generasi muda sejak dini.
“Gebyar Ananda Bersinar menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda sejak dini terhadap bahaya narkotika serta menanamkan pola hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba. Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Agustiar.
Menurutnya, penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga dapat mengancam masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Jika generasi muda terjerumus narkoba, bukan hanya masa depan mereka yang terancam, tetapi juga masa depan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Agustiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perang melawan narkoba sebagai gerakan bersama. Menurutnya, semangat War on Drugs for Humanity atau perang melawan narkoba untuk kemanusiaan harus diwujudkan melalui langkah nyata dalam melindungi masyarakat.
“War on Drugs for Humanity atau Perang Melawan Narkoba untuk Kemanusiaan adalah semangat bersama untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang. Perjuangan melawan narkoba bukan sekadar penegakan hukum, tetapi upaya melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” katanya.
Ia juga mengaitkan komitmen tersebut dengan semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan terbebas dari narkotika.
“Sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita bersatu dan bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Bumi Tambun Bungai,” ajaknya.
Gubernur menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN maupun aparat kepolisian. Keterlibatan pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, dunia pendidikan, serta masyarakat secara keseluruhan sangat diperlukan.
“Persoalan narkoba tidak akan selesai jika hanya Badan Narkotika Nasional (BNN) atau kepolisian yang bergerak, tetapi memerlukan sinergi semua pihak sesuai peran masing-masing. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Bumi Tambun Bungai,” tegas Agustiar.
Ia berharap kolaborasi seluruh pihak mampu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang secara positif.
“Melalui sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat, kita dapat melindungi generasi muda agar tumbuh sehat, berkarya, berprestasi, dan meraih masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
BNN Kalteng Dorong Penguatan Kolaborasi
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Mada Roostanto mengatakan kehadiran Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelaksanaan P4GN di Kalimantan Tengah.
“Kehadiran Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto adalah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Kehadiran ini memberikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan P4GN, memperluas jangkauan pencegahan, serta memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Mada.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai momentum seremonial, tetapi mampu menghasilkan langkah nyata dan berkelanjutan dalam menekan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
“Kami berharap momentum ini dapat mendorong langkah yang semakin terarah dan berkelanjutan dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba,” ujarnya.
Mada menjelaskan, keberhasilan P4GN membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki peran masing-masing dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak sesuai dengan peran masing-masing. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Mada, kepedulian dan dukungan yang konsisten diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi generasi muda.
“Dengan kepedulian dan dukungan yang konsisten, kita dapat menciptakan lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika dan memberikan ruang yang lebih baik bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.
BNN RI: Ancaman Narkotika Menjangkau Desa
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Karena itu, generasi muda harus mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Pembangunan sumber daya manusia adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Kita membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas, dan memiliki ketahanan diri terhadap narkotika,” kata Suyudi.
Ia menilai cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui manusia yang berkualitas, sehingga perlindungan generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Suyudi juga mengingatkan bahwa ancaman peredaran narkotika semakin nyata dan telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk kawasan pedesaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap narkotika tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan.
“Ancaman narkotika nyata berada di sekitar kita dan telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk desa,” ungkapnya.
Ia mencontohkan temuan 45,96 gram sabu yang berkaitan dengan jaringan dari Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, hingga Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, dengan pengendalian yang disebut berasal dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.
“Temuan 45,96 gram sabu terkait jaringan dari Tumbang Samba Kabupaten Katingan, hingga Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, dengan pengendalian dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya, menunjukkan bahwa peredaran narkotika dapat bergerak lintas wilayah,” papar Suyudi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pencegahan mulai dari lingkungan terkecil.
“Kondisi ini menjadi peringatan untuk memperkuat kewaspadaan mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat,” katanya.
Pencegahan dan Rehabilitasi Diperkuat
Suyudi mengatakan penanganan permasalahan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi dan penegakan hukum. Upaya pencegahan, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan ketahanan keluarga dan komunitas juga harus berjalan secara beriringan.
“Penanganan narkotika tidak cukup melalui regulasi dan penegakan hukum. Pencegahan perlu diperkuat melalui SAKA Anti Narkoba, disertai rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan serta pemberdayaan masyarakat agar tetap mandiri dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan di lingkungan keluarga, kampus, sekolah, dan komunitas melalui kolaborasi lintas sektor.
“Ketahanan keluarga, kampus, dan komunitas juga perlu dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” lanjut Suyudi.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai dorongan untuk membangun generasi yang tangguh dan berkualitas.
Menurutnya, makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan bangsa, tetapi juga kemampuan negara dan masyarakat dalam melindungi generasi penerus dari berbagai ancaman.
“Kedaulatan sejati tidak hanya berarti merdeka sebagai bangsa, tetapi mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika,” tegasnya.
Suyudi mengajak generasi muda untuk berani menolak narkotika dan membangun ketahanan diri melalui pengetahuan serta keberanian mengambil keputusan yang benar.
“Berani berkata tidak terhadap narkotika adalah wujud pengetahuan, keberanian, dan kendali diri. Mari kita wujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkotika demi generasi sehat, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana, Bupati Barito Timur M. Yamin, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, Bupati Katingan Saiful, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, kepala OPD terkait, perwakilan Gerakan Desa Anti Narkoba, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta mahasiswa.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan BNN berkomitmen memperluas upaya pencegahan, meningkatkan ketahanan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang semakin kuat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Bumi Tambun Bungai.(A1/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar