Kalteng Terima 72 Unit Damkar dan 10 Ekskavator Dukung Penanganan Karhutla Dari Presiden
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya – Pemerintah pusat menepati janji memberikan dukungan peralatan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Bantuan tersebut berupa 100 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 15 unit ekskavator yang diterima melalui Kodam XII/Tanjungpura untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Bantuan tersebut diterima pada Minggu (30/8/2026) di Makodam XII/Tanjungpura, Tambun Bungai, Palangka Raya. Dukungan peralatan ini diharapkan mampu memperkuat respons terhadap karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Dari total bantuan tersebut, Kalimantan Tengah mendapatkan 72 unit kendaraan pemadam dan 10 unit ekskavator. Sementara itu, Kalimantan Selatan memperoleh 28 unit kendaraan pemadam dan lima unit ekskavator.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyambut dukungan pemerintah pusat tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat penanganan karhutla di daerah.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat kepada Kalimantan Tengah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Dengan tambahan kendaraan pemadam dan ekskavator, kami berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses,” kata Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah membutuhkan dukungan peralatan yang memadai mengingat sebagian wilayah yang terdampak merupakan kawasan gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan peralatan yang mampu mendukung operasi di lapangan.
“Karhutla di Kalimantan Tengah tidak hanya membutuhkan personel, tetapi juga peralatan yang mampu menjangkau medan yang sulit, termasuk kawasan lahan gambut. Karena itu, tambahan kendaraan pemadam dan ekskavator ini sangat penting untuk memperkuat kemampuan kita dalam melakukan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Agustiar menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, BPBD, serta seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi karhutla.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap titik-titik rawan kebakaran.
“Pemprov Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi. Bantuan peralatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempercepat respons dan memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan maksimal,” kata Agustiar.
Tambahan armada tersebut juga diharapkan dapat mempercepat mobilisasi petugas dan peralatan ke lokasi kebakaran. Kendaraan pemadam akan memperkuat respons pemadaman, sedangkan ekskavator dapat digunakan untuk mendukung penanganan di medan yang membutuhkan alat berat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus mendorong sinergi dengan seluruh pihak sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman karhutla. Dengan dukungan personel, peralatan, serta koordinasi yang semakin kuat, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat. Ini menjadi tambahan kekuatan bagi Kalimantan Tengah. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana seluruh peralatan ini benar-benar digunakan secara optimal dan terkoordinasi untuk melindungi masyarakat serta mencegah karhutla meluas,” ujarnya.
Dengan masuknya 72 unit kendaraan pemadam dan 10 ekskavator ke Kalimantan Tengah, pemerintah daerah memiliki tambahan dukungan operasional dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama di tengah tantangan penanganan kebakaran pada kawasan gambut.(A1/*).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar