Taklukan Lintasan 10 Km, Prada Khoirul Zukron Bawa Nama Yonif TP 924/Uria Mapas ke Podium
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya – Lintasan 10 kilometer bukan sekadar tentang siapa yang mampu berlari paling cepat. Di sepanjang jarak tersebut, stamina diuji, ritme harus dijaga dan mental dituntut tetap kuat ketika tubuh mulai kehilangan tenaga.
Bagi Prada M Khoirul Zukron, ketangguhan menghadapi tantangan itu berbuah prestasi. Prajurit Yonif TP 924/UMS tersebut berhasil meraih Juara III kategori 10K Male pada Tambun Bungai Run 2026 yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kodam XXII/Tambun Bungai di Palangka Raya, Sabtu,(15/8/2026).
Capaian itu sekaligus membawa nama Yonif TP 924/UMS ke podium. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dan kebanggaan dari Komandan Satuan yang menilai keberhasilan Khoirul Zukron menjadi bagian dari catatan positif bagi satuannya.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi Prada M Khoirul Zukron yang berhasil meraih Juara III 10K Male. Prestasi ini turut mengharumkan nama satuan,” ujar Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas, Letkol Wahyu Hariatmoko.
Di balik keberhasilan tersebut terdapat latihan fisik dan lari yang dilakukan secara rutin. Persiapan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tahan dan kecepatan tetapi juga membangun kesiapan mental menghadapi perlombaan.
Khoirul Zukron sendiri disebut memiliki kemampuan dan minat dalam olahraga lari yang terus dikembangkan melalui latihan. Konsistensi menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi lintasan 10K yang menuntut kemampuan menjaga tenaga dari awal hingga akhir perlombaan.
Menurut Komandan Satuan, kekuatan utama yang dimiliki Prada Khoirul Zukron adalah kondisi fisik, konsistensi latihan, disiplin dan mental pantang menyerah. Karakter tersebut menjadi modal penting seorang prajurit ketika harus menghadapi tantangan yang menguras tenaga dan konsentrasi.
“Prestasi ini mencerminkan disiplin, semangat, ketangguhan dan pantang menyerah yang menjadi karakter seorang prajurit,” katanya.
Lintasan 10K tentu memiliki tantangan tersendiri. Seorang pelari harus mampu menjaga stamina, mengatur ritme dan mempertahankan fokus sepanjang perjalanan. Kesalahan dalam mengatur tenaga sejak awal dapat berpengaruh ketika memasuki bagian akhir perlombaan.
Karena itu, prestasi Khoirul Zukron tidak hanya dipandang sebagai capaian individu. Bagi Yonif TP 924/Uria Mapas, keberhasilan tersebut menjadi gambaran dari proses pembinaan fisik dan pengembangan potensi prajurit di bidang olahraga.
Satuan memberikan dukungan, pembinaan dan kesempatan kepada para prajurit untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Pembinaan tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak prajurit yang mampu menunjukkan prestasi sekaligus membawa nama baik satuan.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi prajurit lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujar Wahyu.
Bagi Khoirul Zukron, podium Juara III bukanlah garis akhir. Prestasi tersebut justru menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan. Satuan berharap ia tidak cepat puas dan tetap menjadikan latihan sebagai bagian penting untuk mengejar prestasi berikutnya.
“Harapan kami Prada M Khoirul Zukron tidak cepat puas dan terus meningkatkan prestasi, serta menjadi motivasi bagi prajurit lainnya,” lanjut Letkol Wahyu Hariatmoko.
Lebih dari sekadar medali dan posisi di podium, capaian tersebut memperlihatkan bahwa ketangguhan seorang prajurit dapat ditempa melalui proses yang panjang. Latihan yang konsisten, disiplin menjaga kondisi fisik dan mental untuk tidak mudah menyerah menjadi bekal ketika menghadapi tantangan.
“Prajurit tidak hanya dituntut tangguh dalam tugas, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan memberikan prestasi positif bagi satuan serta masyarakat,” ujarnya.
Bagi Yonif TP 924/Uria Mapas, ada kebanggaan tersendiri ketika salah satu prajuritnya mampu membawa nama satuan ke podium. Prestasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kemampuan seorang prajurit dapat terus berkembang ketika mendapat ruang untuk berlatih, berkompetisi dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Yang paling penting, menurut Danyon, prestasi tersebut membawa nama baik Yonif TP 924/Uria Mapas sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh prajurit.
Di balik jarak 10 kilometer yang berhasil ditaklukkan, tersimpan pesan sederhana tentang arti ketangguhan, terus bergerak ketika tubuh mulai lelah, menjaga fokus ketika tantangan semakin berat dan tidak berhenti sebelum mencapai garis finis.
Bagi Prada M Khoirul Zukron, perjuangan itu akhirnya mengantarkannya ke podium dan membawa nama Yonif TP 924/Uria Mapas turut berkibar dalam ajang HUT Kodam XXII/Tambun Bungai. (A1)
- Penulis: Redaksi




Saat ini belum ada komentar