Yang Mau Perjalanan Sabar Ya, Tiket Pesawat ke Palangka Raya Ludes hingga 11 April 2026 Nanti
- calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Palangka Raya — Masyarakat yang berencana menuju Palangka Raya dalam waktu dekat tampaknya harus bersabar. Pasalnya, tiket penerbangan menuju Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah terpantau kosong di berbagai platform Online Travel Agent (OTA) hingga tanggal 11 April 2026 mendatang.
Executive General Manager (EGM) Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menjelaskan bahwa fenomena kekosongan tiket masuk (inbound) ini tidak hanya terjadi di Palangka Raya, melainkan merata di seluruh wilayah Kalimantan.
Menurut Made, ketiadaan kursi penumpang pesawat dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang menuju Kalimantan dipicu oleh adanya libur panjang yang berdekatan.
“Fenomena kekosongan tiket inbound tidak terjadi di Palangka Raya saja, tapi di seluruh Provinsi Kalimantan. Masuk Banjarmasin, Balikpapan, khususnya dari kota besar hingga tanggal 11 April di travel agent online memang kosong,” ujar I Made Darmawan di Palangka Raya, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, situasi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perpanjangan libur Lebaran yang bersambung dengan libur Paskah seminggu kemudian. Hal ini membuat banyak masyarakat mengambil cuti panjang dan baru melakukan arus balik setelah perayaan Paskah.
Data menunjukkan adanya ketimpangan yang signifikan antara penumpang yang datang dan yang berangkat dari Palangka Raya. Inbound (Masuk): Tingkat keterisian mencapai 97% hingga 99%. Outbound (Keluar): Tingkat keterisian berada di angka 55% hingga 60%.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap memantau perkembangan penjualan tiket di Travel Agent Online resmi yang sudah tersedia di beberapa aplikasi,” tambahnya.
Mengenai isu kenaikan harga tiket yang dikeluhkan masyarakat akibat naiknya harga Avtur, Made menyebutkan bahwa kebijakan harga merupakan ranah maskapai penerbangan.
“Kalau untuk kenaikan harga tiket lebih cenderung ke maskapai terkait pemberitaannya,” jelas Made singkat.
Di sisi lain, melonjaknya harga avtur akibat konflik di Timur Tengah mulai memberikan tekanan pada industri penerbangan global. Meski demikian, Pemerintah Indonesia memastikan akan menjaga harga tiket agar tetap terjangkau.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa avtur menyumbang sekitar 40% dari biaya operasional penerbangan. Karena avtur merupakan bahan bakar nonsubsidi, harganya sangat bergantung pada mekanisme pasar global.
“Avtur tidak disubsidi sehingga mengikuti harga pasar. Namun, pemerintah mempersiapkan langkah mitigasi strategis agar harga tiket tetap terjangkau di masyarakat. Jadi yang kita jaga adalah harga tiketnya,” tegas Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah kebijakan agar lonjakan harga energi global tidak langsung membeban masyarakat secara drastis, terutama di tengah tingginya mobilitas pasca-hari raya besar. (A*)
- Penulis: Redaksi


Saat ini belum ada komentar