Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Air Bersih ke Barito Timur, Distribusi Dilakukan Bertahap
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Headline62, Tamiang Layang – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Barito Timur yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan data wilayah dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Dalam proses distribusinya, Pemprov Kalteng menggandeng Perumdam Tirta Janang, RGB-33, serta pihak swasta yang memiliki armada mobil tangki.
Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk, mengatakan bantuan air bersih dari Pemprov Kalteng sudah mulai didistribusikan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak yang memiliki armada dan kemampuan pendistribusian.
“Sudah berjalan, pemerintah provinsi bekerja sama langsung dengan PDAM (Perumdam Tirta Janang), RGB-33 dan pihak swasta yang punya mobil tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Yumail, Kamis, (3/9/2026).
Menurut Yumail, pemerintah desa yang wilayahnya mengalami kesulitan air bersih diharapkan segera berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Janang. Koordinasi diperlukan agar kebutuhan air di masing-masing wilayah dapat dihimpun dan selanjutnya ditindaklanjuti sesuai mekanisme distribusi bantuan.
“Silakan kepala desa yang wilayahnya mengalami kesulitan air bersih berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Janang terkait mekanisme pendistribusian bantuan air bersih,” ujarnya.
Perumdam dan RGB-33 Distribusikan Bantuan
Direktur Perumdam Tirta Janang, Murnianson, membenarkan keterlibatan pihaknya dalam pendistribusian bantuan air bersih yang bersumber dari Pemprov Kalteng.
Menurutnya, Perumdam Tirta Janang bersama RGB-33 menjalankan pendistribusian berdasarkan data wilayah dan penerima manfaat yang disampaikan oleh pemerintah provinsi.
“Perumdam Tirta Janang bersama RGB-33 diberi tanggung jawab untuk mendistribusikan bantuan air bersih dari pemerintah provinsi sesuai dengan data yang diberikan oleh pemerintah provinsi,” katanya.
Selain mendukung program bantuan pemerintah, Perumdam Tirta Janang juga mengerahkan armada mobil tangki untuk melayani pelanggan yang jaringan perpipaannya belum mendapatkan aliran air.
Layanan mobil tangki tersebut menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air bagi pelanggan yang belum memperoleh pasokan melalui jaringan perpipaan.
Murnianson menjelaskan, layanan mobil tangki tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan bantuan pemerintah. Permintaan untuk kepentingan komersial, kegiatan nonbantuan pemerintah maupun acara berskala besar juga dapat dilayani.
Namun, untuk kebutuhan tersebut masyarakat atau pihak pemohon dikenakan biaya sesuai dengan tarif yang berlaku.
“Permintaan air untuk tujuan komersial atau non bantuan pemerintah atau acara besar, bisa kami layani juga tapi dikenakan biaya sesuai tarif yang berlaku,” jelasnya.
27 Desa di 9 Kecamatan Alami Kesulitan Air
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Sosial (DPMDSos) Kabupaten Barito Timur, kesulitan air bersih terjadi di sejumlah desa yang tersebar di sembilan kecamatan.
Plt Kepala DPMDSos Barito Timur, Osa Awatanu, menyebutkan terdapat 27 desa di sembilan kecamatan yang masuk dalam data wilayah mengalami kesulitan air bersih.
Data tersebut menggambarkan wilayah yang menghadapi persoalan ketersediaan air. Artinya, 27 desa tersebut tidak serta-merta berarti seluruhnya telah menerima bantuan air bersih dari Pemprov Kalteng.
“Data hingga saat ini ada 27 desa dari 9 kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih,” ungkap Osa.
Ia merinci, Kecamatan Paju Epat menjadi wilayah dengan jumlah desa yang mengalami kesulitan air bersih terbanyak, yakni enam desa.
Selanjutnya Kecamatan Paku sebanyak lima desa, Pematang Karau empat desa, Raren Batuah empat desa, Dusun Tengah tiga desa, Karusen Janang dua desa, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Awang, Patangkep Tutui dan Dusun Timur.
Dengan kondisi tersebut, distribusi air menggunakan mobil tangki menjadi salah satu langkah cepat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang sumber airnya mulai terbatas.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan terus melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan sehingga bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(A1)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar